Dinar Insight
- Mungkinkah Harga Emas Akan Turun Terus Menerus Seperti Tahun 1980-an?
- Belajarlah Emas Walau Sampai Negeri China
- Paradox US$, Rupiah & Harga Emas
- Dan IMF-pun Mengajak Meninggalkan US$?
- Barter Di Ekonomi Modern, Mungkinkah?
- And The Winner Is?
- Elliot Wave Theory Dan Harga Emas Dunia
- Emas/Dinar Diantara Uang Kertas Yang Perkasa dan Yang Lunglai
- Dan Di Langit Terdapat Rizkimu Dan Apa Yang Dijanjikan Kepadamu
- Emas Diantara Yang Pesimis dan Optimis
Dinar Tweet
Welcome to Usahadinar.com

Saya pernah menulis tentang Misery Index atau Index Kesengsaraan suatu negara yang diukur dengan empat komponen yaitu Inflasi, Pengangguran, Interest Rate dan GDP. Kali ini saya ingin meng-elaborate salah satu dari unsur yang menyengsarakan rakyat tersebut yaitu inflasi.
Banyak cara untuk mengukur inflasi, namun di negara maju sekalipun data inflasi dari pemerintah sering diragukan oleh rakyatnya. Di Amerika misalnya yang menganggap dirinya paling transparan, data inflasinya dibantah oleh seorang kakek-kakek John Williams dari Shadow Government Statistics.
Read more: Mungkinkah Harga Emas Akan Turun Terus Menerus Seperti Tahun 1980-an?

Pada dasawarsa pertama kemerdekaan RI, negeri ini pernah memiliki cadangan emas sebesar 248 ton tetapi kemudian cadangan emas ini juga pernah nyaris habis tahun 1971 menjadi tinggal 1.8 ton saja. Ketika Oil Boom tahun 70-an sampai puncaknya 1981, negeri ini alhamdulillah berhasil kembali membangun cadangan emasnya sampai mencapai sekitar 96 ton.
Sayangnya selama seperempat abad kemudian tepatnya sampai 2006, cadangan emas ini tidak berhasil dinaikkan dan bahkan berkurang 24 %-nya pada akhir 2006 sehingga tinggal 73 ton saja. Lihat detilnya di tulisan saya tanggal 28 Desember 2008 dengan judul Emas Dan Kemakmuran Negeri Ini.










