<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?> <rss
version="2.0"
xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
> <channel><title>Usahadinar.com</title> <atom:link href="http://usahadinar.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" /><link>http://usahadinar.com</link> <description>Jual Beli Online Dinar Emas dan Dirham Logam Mulia Indonesia</description> <lastBuildDate>Tue, 21 Feb 2012 02:16:35 +0000</lastBuildDate> <language>en</language> <sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod> <sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency> <item><title>Apa Kabar Harga Emas ?</title><link>http://usahadinar.com/news/apa-kabar-harga-emas/</link> <comments>http://usahadinar.com/news/apa-kabar-harga-emas/#comments</comments> <pubDate>Tue, 21 Feb 2012 02:13:11 +0000</pubDate> <dc:creator>Nurhasanah</dc:creator> <category><![CDATA[News]]></category> <guid
isPermaLink="false">http://usahadinar.com/?p=346</guid> <description><![CDATA[Sebulan lebih saya tidak menulis tentang harga emas karena memang relatif tidak ada hal yang baru di pasar emas dunia akhir-akhir ini. Bahkan sudah sekitar lima bulan terakhir harga emas landai di grafik 1 tahun kita. Namun secara berkala saya tetap ingin meng-update pembaca situs ini, agar tetap bisa mengikuti pergerakan pasar emas dunia terkini. [...]]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p>Sebulan lebih saya tidak menulis tentang harga emas karena memang relatif tidak ada hal yang baru di pasar emas dunia akhir-akhir ini. Bahkan sudah sekitar lima bulan terakhir harga emas landai di grafik 1 tahun kita. Namun secara berkala saya tetap ingin meng-<em>update</em> pembaca situs ini, agar tetap bisa mengikuti pergerakan pasar emas dunia terkini. Lebih- lebih bila ada potensi-potensi gerakan yang menarik di pasar dalam waktu dekat. Berikut adalah beberapa hal yang secara dominan akan segera menjadi pendorong fluktuasi harga emas itu.<span
id="more-346"></span></p><p><strong>Yunani</strong></p><p>Krisis Yunani dan beberapa negara Eropa lain yang mirip, telah menyandera harga emas selama lebih dari enam bulan ini. Dalam posisi <em>status quo</em> – dunia akan tetap menunggu seperti yang terjadi selama ini. Bila dalam waktu dekat masalah Yunani ini bisa ada penyelesaian yang diterima pasar, maka Euro Zone akan ikut terakngkat – <a
href="http://geraidinar.com/index.php?option=com_content&amp;view=article&amp;id=794:euro-jatuh-emas-juga-jatuh-&amp;catid=35:dinar&amp;Itemid=84">Euro naik, US Dollar turun dan emas juga naik.</a></p><p>Sebaliknya bila masalah Yunani ini memburuk, Euro akan terseret memburuk, pasar lari ke <a
href="http://geraidinar.com/index.php?option=com_content&amp;view=article&amp;id=794:euro-jatuh-emas-juga-jatuh-&amp;catid=35:dinar&amp;Itemid=84">Dollar- Dollar naik dan emas akan turun</a>.  Ini adalah efek jangka pendeknya bila situasi Yunani memburuk tetapi tidak atau belum sampai dinyatakan secara resmi sebagai gagal bayar atau <em>default</em>.</p><p>Bila situasinya terus memburuk dan akhirnya Yunani harus dinyatakan <em>default</em>, maka seluruh system keuangan dunia akan terkena getahnya. Termasuk bank-bank besar dunia yang berpusat di Amerika Serikat. Pasar produk <em>derivatives</em> bank-bank di Amerika ini mencapai sekitar US$ 250 trilyun, menurut <a
href="http://www.kingworldnews.com/">King World News</a> sekitar US$ 30 trilyun-nya adalah berupa <em>Credit Default Swaps</em> (CDS) yang tentu mengalir jauh sampai Yunani juga.</p><p>Kerugian melalui CDS inilah yang kemudian harus diserap oleh bank-bank besar Amerika – yang karena <em>magnitude</em> –nya sangat besar, gempa financial yang ditimbulkannya juga akan sangat dasyat. ‘Gempa-gempa’ financial global skala kecil dan menengah yang sudah terjadi selama lima tahun terakhir, bisa jadi barulah <em>symptoms</em> atau gejala-gejala dari ‘gempa’ yang lebih besar dalam waktu yang tidak terlalu lama.</p><p>Bila perbankan Amerika jatuh, US$ juga akan terseret jatuh dan harga emas akan kembali menjulang tinggi.</p><p>Secara statistik Anda dapat lihat kondisi tersebut diatas di grafik paling besar GeraiDinar.Com. Ketika cursor Anda taruh diatas grafik ini akan muncul tulisan <a
href="http://geraidinar.com/index.php?option=com_forecastcharts">click to predict</a>, klik mouse Anda maka akan ditampilkan grafik yang setengah terisi – Anda bisa pilih periode 6 bulan, 1 tahun – 3 tahun. Anda juga akan bisa pilih prediksi secara <em>linear, polynomial</em> atau <em>moving average</em>.</p><p>Maka inilah cara statistik memotret gejala-gejala di alam ataupun di pasar. Statistik memotret trend apa adanya – bukan opini saya atau opini Anda. Untuk jangka pendek misalnya – 6 bulan dan 1 tahun, bisa saja harga turun karena statistik 12 bulan terakkir memang menunjukkan kemungkinan ini. Namun untuk periode 2 – 3 tahun seluruh pendekatan statistik menunjukkan trend lonjakan yang sangat significant, karena memang itu pulalah yang dipotret gejala-gejalanya  yang terjadi selama 2 – 3 tahun terakhir.</p><p>&nbsp;</p><p><strong>Iran</strong></p><p>Krisis Iran bisa menjadi bola liar yang juga akan mengguncang ekonomi dunia bila tereskalasi tidak terkendali dalam waktu dekat. Dampak langsungnya sudah terasa pada harga minyak dunia yang sudah menyentuh US$ 105/barrel pagi ini &#8211; pada saat artikel ini saya tulis.</p><p>Krisis Iran ini bisa mempengaruhi harga emas dunia melalui dua jalur, yaitu pertama naiknya harga minyak dunia yang pada umumnya diiringi oleh naiknya harga emas. Dan kedua ketidak-pastian ekonomi dunia yang ditimbulkannya, setiap kali ketidak-pastian ini meningkat – pasar akan mencari tempat berpegang yang aman atau <em>safe haven</em>, dan emas-lah <em>safe haven</em> yang paling terbukti efektivitasnya.</p><p>&nbsp;</p><p><strong>China</strong></p><p>China yang selama ini perkasa, mulai juga terkena dampak berlarutnya <em>status quo</em> krisis di negara-negara tujuan ekspornya. Dalam upaya mendorong ekonominya, baru-baru ini China menurunkan <em>reserve requirement</em>-nya yang diharapkan berdampak pada peningkatan daya saing ekonomi-nya.</p><p>Amerika yang merupakan mitra dagang utama China, pasti juga akan terpengaruh dengan kebijakan otoritas China ini. Dollar akan turun dan berarti harga emas dunia akan terdorong naik.</p><p>Sebenarnya masih banyak hal lain yang bisa mempengaruhi fluktuasi harga emas dunia kedepan, termasuk kondisi internal ekonomi Amerika dengan US$-nya. Tetapi tidak semua saya uraikan dampaknya di tulisan ini kawatir menjadi terlalu panjang untuk satu tulisan.</p><p>Dari sejumlah faktor tersebut, klik grafik diatas akan membantu menyederhanakan kurang lebih seperti apa harga emas kedepan. <em>Tips</em>-nya sederhana, jangan berspekulasi dengan harga emas dalam jangka pendek, tetapi amankan jerih payah Anda selama ini – khususnya dana yang Anda sisihkan untuk biaya sekolah anak-anak, dana pension, tunjangan hari tua, tabungan rumah, tabungan biaya kesehatan dan dana-dana lain yang peruntukannya jangka panjang. Wa Allahu A’lam.</p> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://usahadinar.com/news/apa-kabar-harga-emas/feed/</wfw:commentRss> <slash:comments>0</slash:comments> </item> <item><title>Inflasi Terhadap Dinar?</title><link>http://usahadinar.com/news/inflasi-terhadap-dinar/</link> <comments>http://usahadinar.com/news/inflasi-terhadap-dinar/#comments</comments> <pubDate>Fri, 27 Jan 2012 02:59:50 +0000</pubDate> <dc:creator>Nurhasanah</dc:creator> <category><![CDATA[News]]></category> <guid
isPermaLink="false">http://usahadinar.com/?p=342</guid> <description><![CDATA[Harian umum Republika kemarin (Kamis 26/01/2012) memuat tulisan dua pakar ekonomi tentang Promosi Dinar-Dirham. Intinya mengomentari bahwa promosi Dinar-Dirham selama ini dikatakannya sebagai  ‘sangat kontra produktif’,  ‘lebay’ dan ‘kurang mendidik’.  Masalah yang diangkat adalah katanya ada yang mempromosikan Dinar sebagai uang yang ‘tidak mengenal inflasi’ – entah siapa yang dimaksud. Maka melalui tulisan ini saya [...]]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p>Harian umum Republika kemarin (Kamis 26/01/2012) memuat tulisan dua pakar ekonomi tentang Promosi Dinar-Dirham. Intinya mengomentari bahwa promosi Dinar-Dirham selama ini dikatakannya sebagai  ‘sangat kontra produktif’,  ‘lebay’ dan ‘kurang mendidik’.  Masalah yang diangkat adalah katanya ada yang mempromosikan Dinar sebagai uang yang ‘tidak mengenal inflasi’ – entah siapa yang dimaksud. Maka melalui tulisan ini saya ingin meluruskan saja, agar penggerak Dinar-Dirham dan para pembaca situs ini  – termasuk dua penulis tersebut &#8211; bisa tetap melihatnya dengan jernih, dengan kacamata ingin belajar mencari kebenaran.</p><p>Intinya ada yang saya sepaham dengan dua ekonom tersebut bahwa inflasi yang disebabkan oleh kebijakan moneter – dengan mencetak uang berlebih, ditiadakan manakala Dinar dan Dirham digunakan.  Karena alasannya di tulisan tersebut disebutkan bahwa pihak otoritas tidak akan bisa mencetak Dinar dan Dirham secara semena-mena.<span
id="more-342"></span></p><p>Tetapi ketika kedua pakar ini menjelaskan bahwa inflasi bisa terjadi dengan adanya perubahan nilai relatif emas terhadap benda-benda lain, nampaknya mereka kurang melakukan kajiannya secara lebih mendalam. Juga kurang konsisten dengan pernyataan bahwa ‘otoritas tidak lagi memiliki kemampuan untuk mencetak uang dengan semena-mena’ di atas.</p><p>Dalam tulisan tersebut disebutkan misalnya ketika harga barang-barang naik dan harga emas cenderung melemah (seperti yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir), maka ini yang dikatakannya sebagai inflasi harga barang terhadap emas.</p><p>Yang menurut saya perlu didalami adalah pemahaman tentang inflasi itu sendiri. Maaf saya bukan pakarnya – bisa jadi dua ekonom tersebut lebih tahu dari saya tentang hal ini, tetapi setahu saya pengertian inflasi adalah kenaikan umum harga barang-barang yang disebabkan oleh penurunan daya beli uang. Sedangkan kenaikan harga-harga beberapa barang yang terjadi karena mekanisme pasar <em>supply and demand</em>, saya menyebutnya bukan inflasi – melainkan naik turunnya harga barang yang fitrah di pasar.</p><p>Di jaman Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam ketika Dinar dan Dirham digunakan-pun kenaikan harga barang-barang ini pernah terjadi, tetapi tidak disebut inflasi karena fitrah harga yang terbentuk di pasar – yang beliau sendiri tidak mau mencampurinya.</p><p>Diriwayatkan oleh Anas RA : “<em>Orang-orang berkata kepada Rasulullah Shallallahu &#8216;Alaihi Wasallam, ‘Wahai Rasulullah, harga-harga barang naik (mahal), tetapkanlah harga untuk kami. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam lalu menjawab, ‘Allah-lah Penentu harga, Penahan, Pembentang, dan Pemberi rizki. Aku berharap tatkala bertemu Allah, tidak ada seorang-pun yang meminta padaku tentang adanya kedzaliman dalam urusan darah dan harta</em>’”.</p><p>Jadi apakah kenaikan harga barang-barang di jaman Rasulullah tersebut adalah sama dengan inflasi yang terjadi ketika daya beli uang menurun ? menurut saya kok bukan, itulah naik turunnya harga barang yang fitrah karena mekanisme <em>supply and demand</em>. Ketika barang yang hendak dibeli dengan Dinar atau Dirham menjadi langka, ya tentu harganya akan naik – bukan karena penurunan daya beli Dinar dan Dirham itu sendiri.</p><p>Lantas perbedaannya dimana dengan inflasi ?. Pertama naik turunnya barang yang fitrah  tidak disertai penurunan daya beli uang yang digunakan &#8211; karena digunakan untuk membeli barang-barang lainnya dia tetap berharga. Kedua karena daya beli uang tidak menurun, maka harga barang akan kembali menuju keseimbangannya ketika <em>supply</em> barang akan cenderung  bertambah ketika harga barang naik – sampai harga kembali normal.</p><p>Itulah mengapa hadits tentang harga kambing satu Dinar di atas terbukti hingga kini.  Bukan berarti selamanya satu Dinar, kadang lebih dan kadang kurang tergantung dengan <em>supply and demand-</em>nya. Tetapi dalam jangka panjang dia akan cenderung konvergen menuju kisaran satu Dinar.</p><p>Bandingkan hal ini dengan harga kambing dalam Rupiah yang berada di kisaran Rp 1,600/ekor ketika saya kecil akhir tahun 1960-an; tidak pernah balik ke Rp 1,600 hingga kini bukan ? Inilah inflasi itu – harga naik terakumulasi dari waktu ke waktu sehingga tidak pernah balik ke harga tahun-tahun sebelumnya !. Dari waktu ke waktu pergerakan harga divergen, semakin menjauh dari harga pada tahun yang menjadi rujukannya.</p><p>Bahwasanya harga emas relatif terhadap barang-barang cenderung konvergen dalam jangka panjang, ini karena <em>supply</em> emas memang tidak pernah berlebihan. Allah menjaganya agar tetap adil sebagai timbangan untuk muamalah seperti yang diungkap oleh Hujjatul Islam Al-Ghazali.</p><p>Ini terbukti secara ilmiah dari data statistik ratusan tahun yang menyatakan bahwa supply emas di muka bumi parallel dengan perkembangan jumlah penduduk dunia.  Statistik ratusan tahun tersebut ada di buku saya ‘ Mengembalikan Kemakmuran Islam dengan Dinar dan Dirham’ – halam 105.</p><p>Sebenarnya saya tidak mempermasalahkan, seandainya toh yang dimaksud ‘sangat kontra produktif’, ‘lebay’ atau ‘kurang mendidik’ tersebut ditujukan ke saya sekalipun – meskipun saya tidak merasa demikian. Tetapi yang mendorong saya untuk merespon tulisan dua pakar ini adalah bukan yang terkait kritikan terhadap saya- atau penggerak Dinar dan Dirham lainnya  – saya tidak pernah merespon yang demikian, yang mendorong saya untuk merespon justru harapan saya kepada dua penulis  yang dia bersama lembaganya menjadi rujukan masyarakat di media.</p><p>Mereka adalah orang-orang pinter dibidangnya, jadi banyak umat percaya dan berharap banyak terhadap mereka. Tetapi lantas jangan sampai mereka begitu PD-nya terhadap ilmu ekonominya, sampai berani menantang hadits dengan kalimatnya yang saya kutip penuh – termasuk penulisan titik komanya sbb : “ <em>Ungkapan yang populer untuk menunjukkan hal ini adalah bahwa dulu waktu zaman Rosulullah harga seekor domba sekitar satu dinar dan sampai sekarangkpun harganya tetap satu dinar. Silahkan anda percaya mengenai hal ini. Tetapi ilmu ekonomi akan berkata lain</em>”.</p><p>Yang tersirat dari pernyataan tersebut pertama adalah hadits yang terkait dengan harga kambing ini dianggapnya sebagai ‘ungkapan populer’ semata – yang namanya popular tentu bisa mereda setelah tidak lagi popular, sedangkan keyakinan kita menyatakan bahwa kebenaran al-hadits adalah abadi sampai akhir jaman. Yang kedua penulis mempersilahkan pembacanya untuk mempercayainya, tetapi ilmu ekonomi mereka berkata lain ?.</p><p>Mungkin saya keliru memahami maksud kalimat tersebut, tetapi kalau yang saya tangkap benar seperti itu maksud mereka – yaitu ilmu ekonomi mereka yang berkata lain yang dianggap lebih benar – maka kemudian digunakannya untuk membantah  kebenaran hadits yang disebutnya sebagai ‘ungkapan populer’, saya jadi berharap banyak kepada saudaraku yang pinter-pinter ini untuk minimal segera beristigfar.</p><p>Adab menulis ilmiah apalagi dalam nuansa Islam saja sebenarnya sudah tidak pada tempatnya menggunakan kata-kata ya kurang baik seperti kata-kata  ‘sangat kontra produktif’,  ‘lebay’ dan ‘kurang mendidik’ ; apalagi kalau sampai ditambahi dengan nada merendahkan al-Hadits sebagai  ‘ungkapan  populer’ yang bisa dipercayai bisa juga tidak – dan seolah ilmu ekonomi bisa lebih benar ? , maka kata-kata demikian sungguh mengejutkan kami karena itu datang dari para ahli ekonomi syariah yang diharapkan banyak orang – dari sisi individu maupun lembaganya.</p><p>Bukankah sebagai seorang Muslim yang berpegang kepada Al-Qur’an dan Al-Hadits yang shahih kita harus mengimani apa yang ada didalamnya ?. Bahkan ketika ilmu pengetahuan kita belum sampai untuk melihat kebenarannya – bisa jadi itu karena keterbatasan ilmu kita ?.</p><p>Hadits yang diriwayatkan oleh Abu Sa’id Al-Khudri  berikut bisa menjadi pelajaran: <em>“ Seorang laki-laki datang kepada Rasulullah Shallallahu &#8216;Alaihi Wasallam dan berkata, “ Saudaraku sedang mengalami sakit perut” kemudian Rasulullah, Shallallahu &#8216;Alaihi Wasallam berkata kepada laki-laki tersebut, “Suruh dia minum madu”, Laki-laki tersebut kembali kepada Rasulullah, Shallallahu &#8216;Alaihi Wasallam dan beliau berkata kembali “Suruh dia minum madu”, Laki-laki tersebut kembali untuk ketiga kalinya dan Rasulullah tetap berkata “Suruh dia minum madu” , kemudian laki-laki itu kembali dan berkata “ Sudah saya lakukan ya Rasulallah”, kemudian Rasulullah Shallallahu &#8216;Alaihi Wasallam bersabda “Allah telah menyampaikan yang benar, tetapi perut saudaramu berbohong, suruh dia minum madu”. Kemudian laki-laki itu meminta saudaranya untuk kembali minum madu dan dia sembuh</em>”. Wa Allahu ‘Alam.</p><p><em> </em></p><p><em>Laa hawla wa laa quwwata illaa bi Allah.</em></p><p>&nbsp;</p><p>Sumber : Muhaimin Iqbal</p> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://usahadinar.com/news/inflasi-terhadap-dinar/feed/</wfw:commentRss> <slash:comments>1</slash:comments> </item> <item><title>Harga Emas : Dari Mana dan Akan Kemana?</title><link>http://usahadinar.com/news/harga-emas-dari-mana-dan-akan-kemana/</link> <comments>http://usahadinar.com/news/harga-emas-dari-mana-dan-akan-kemana/#comments</comments> <pubDate>Fri, 13 Jan 2012 07:56:10 +0000</pubDate> <dc:creator>Nurhasanah</dc:creator> <category><![CDATA[News]]></category> <guid
isPermaLink="false">http://usahadinar.com/?p=332</guid> <description><![CDATA[Dalam dunia usaha, posisi sesaat tidaklah terlalu penting dibandingkan dengan trend-nya. Misalnya Anda punya warung sembako yang tahun 2011 lalu omset-nya Rp 50 juta, Angka ini tidak bisa untuk menjelaskan kinerja Anda apakah baik atau buruk. Angka ini baru berarti sesuatu bila misalnya dibandingkan dengan penjualan tahun sebelumnya. Bila tahun 2010 omset Anda Rp 25 [...]]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p
style="text-align: left;">Dalam dunia usaha, posisi sesaat tidaklah terlalu penting dibandingkan dengan trend-nya. Misalnya Anda punya warung sembako yang tahun 2011 lalu omset-nya Rp 50 juta, Angka ini tidak bisa untuk menjelaskan kinerja Anda apakah baik atau buruk. Angka ini baru berarti sesuatu bila misalnya dibandingkan dengan penjualan tahun sebelumnya. Bila tahun 2010 omset Anda Rp 25 juta, berarti kinerja Anda tahun 2011 meningkat luar biasa 100 %. Sebaliknya bila tahun 2010 omset Anda sudah Rp 100 juta, maka usaha Anda sedang mengalami <em>sunset</em> atau sedang tenggelam di tahun 2011. Maka demikian pulalah dalam melihat perkembangan harga emas.</p><p
style="text-align: left;"><span
id="more-332"></span>Pada akhir tahun 2011 lalu harga emas perdagangan London ditutup pada angka US$ 1,531.00/Oz – ini tidak menjelaskan apa-apa bila tidak dilengkapi dengan pembanding dari angka-angka tahun sebelumnya. Dari data di Kitco.com misalnya Anda bisa tahu bahwa harga emas penutupan London tahun sebelumnya (2010) adalah US$ 1,405.50, dan penutupan lima tahun sebelumnya (2007) adalah US$ 833.75. Jadi harga emas dunia akhir tahun 2011 sejatinya mengalami kenaikan sekitar 9 % dibanding tahun sebelumnya, dan naik sekitar 84 % dibandingkan lima tahun sebelumnya.</p><p
style="text-align: left;">Dalam rupiah angka-angka ini berbeda karena faktor kurs. Akhir 2011 harga emas di pasar Indonesia sekitar Rp 500,000/gr, dibandingkan dengan akhir tahun 2010 sekitar Rp 400,000/gr dan akhir 2007 sekitar Rp 250,000/gr. Artinya di Indonesia harga emas telah mengalami kenaikan 25 % setahun terakhir dan 100 % dalam lima tahun terakhir !.</p><p
style="text-align: left;">Apa makna angka-angka tersebut sesungguhnya ?, masyarakat harus melihat emas ini dalam perspektif jangka panjang. Pemerintah China nampak-nya melihat hal ini dengan baik sehingga bank sentralnya terus menambah persediaan emasnya disamping juga mereka <a
href="http://agmetalminer.com/2011/02/21/china-encourages-citizens-to-buy-gold-part-1/">mendorong dan mempermudah rakyatnya rame-rame membeli emas</a>.</p><p
style="text-align: left;">Tidak demikian halnya dengan negara-negara lain, dengan alasan-nya sendiri-sendiri dan sebagian juga karena ketidak tahuannya – negara-negara lain lebih condong mendorong rakyatnya mengakumulasi kekayaan dalam uang kertasnya – mereka justru kawatir bila rakyatnya terlalu banyak memegang emas maka  mata uang kertas mereka akan jatuh.</p><p
style="text-align: left;">Disinilah sebenarnya pentingnya peran pemerintah, bank sentral dan dunia per-bank-an untuk dapat melihat emas ini dari perpekstif jangka panjang dan dari perspektif kepentingan masyarakat/rakyat-nya untuk bisa bertahan &#8211; bila krisis mata uang seperti yang pernah kita alami tahun 1997/1998 berulang.</p><p
style="text-align: left;">Sejak dua tahun lalu saya sebenarnya  termasuk yang tidak setuju <a
href="http://www.geraidinar.com/index.php?option=com_content&amp;view=article&amp;id=246:ingin-cepat-kaya-dengan-hutang-saran-saya-jangan&amp;catid=36:investasi-&amp;Itemid=87">dengan akselerasi pembelian emas oleh masyarakat yang didanai dengan uang pinjaman atau gadai</a> &#8211; bila tidak didukung oleh proses penciptaan nilai tambah. Namun bila kini direm mendadak sebenarnya juga tidak tepat, apalagi bila keputusan pengereman-nya dilandasi dengan persepsi jangka pendek bahwa seolah harga emas akan <em>nyungsep</em>.</p><p
style="text-align: left;">Yang harus dilakukan oleh pemerintah, bank sentral dan dunia perbankan adalah meng-edukasi secara benar agar masyarakat tahu betul karakter dan funsgi emas ini. Mereka harus mementingkan kemampuan masyarakat dalam memutar ekonomi kemudian juga mampu mempertahankan kemakmurannya dengan baik – di atas kepentingannya untuk menjaga nilai mata uang kertas yang <em>costly</em> dan toh terbukti terus mengalami penurunan daya beli &#8211; sekuat apapun mereka berusaha mempertahankannya.</p><p
style="text-align: left;">Fungsi semacam ini juga yang diemban oleh Gerai Dinar dalam skala Mikro, melalui tulisan dan melalui <em>briefing</em> ke agen-agen baru selalu kami ingatkan bahwa membuat masyarakat paham jauh lebih penting ketimbang membuat masyarakat membeli. Agen tidak kami kenakan target penjualan karena memang bukan menjual emas atau Dinar ini target utama kami – tetapi membuat masyarakat paham.</p><p
style="text-align: left;">Itulan sebabnya tulisan di <a
href="http://www.geraidinar.com/">www.geraidinar.com</a> jauh lebih banyak yang mengajak untuk memutar emas atau Dinar dengan membangun jiwa dan semangat <em>entrepreneurship</em> – ketimbang yang membahas Dinar atau emas itu sendiri.</p><p
style="text-align: left;">Tulisan-tulisan mengenai emas seperti pada tulisan ini hanya saya buat bila dipandang perlu untuk  untuk me-<em>refresh</em> posisi perkembangan terakhir dan memberi perspektif yang lebih luas kepada masyarakat.</p><p
style="text-align: left;">Dari waktu ke-waktu <a
href="http://www.geraidinar.com/index.php?option=com_content&amp;view=article&amp;id=247:kemana-harga-emas-akan-berayun-&amp;catid=35:dinar&amp;Itemid=84">harga emas berayun seperti bandul jam</a>. Bila posisi jam 6 kita anggap harga rata-rata, posisi jam 5 adalah harga tertinggi dan posisi jam 7 adalah harga terendah – maka begitulah harga emas – kadang menuju angka terendah (ayunan dari arah jam 6 ke jam 7) – kadang menuju angka tertinggi (dari arah jam 6 ke jam 5).</p><p
style="text-align: left;">Untuk membantu memahaminnya saya sajikan grafik harga emas dalam Rp/gr yang saya kumpulkan sejak hampir empat tahun lalu dibawah. Harga rata-rata untuk mengetahui posisi jam 6-nya saya ambil dari rata-rata bergerak 50 harian atau bila di pasar disebut <em>Daily Moving Average – 50</em> (DMA-50).</p><p
style="text-align: left;"><a
href="http://usahadinar.com/news/harga-emas-dari-mana-dan-akan-kemana/attachment/13emas_0812/" rel="attachment wp-att-333"><img
class="alignnone size-medium wp-image-333" title="13emas_0812" src="http://usahadinar.com/box/13emas_0812-300x268.jpg" alt="" width="350" height="268" /></a></p><p
style="text-align: left;">Trend Harga Emas 2008-2012</p><p
style="text-align: left;">Maka dari grafik harga suatu waktu dan harga DMA-50 kurang lebih kita bisa memvisualisasikan sedang berada dimana bandul jam saat itu. Untuk Saat ini kurang lebih kita berada di sekitar jam 6 karena harga emas lagi berada di kisaran Rp 510,000/gram yang bersamaan dengan itu harga DMA-50 juga berada di kisaran harga ini.</p><p
style="text-align: left;">Beberapa pekan terakhir ketika masyarakat investor emas  dibuat panik dengan investasi emasnya karena didorong oleh (wacana perubahan) kebijakan di bank sentral dan dunia perbankan syariah – saat itu bandul harga emas memang lagi berada di arah jam 6-7 ( berayun kebawah). Waktu-waktu di mana garis biru berada dibawah garis ungu adalah waktu bandul jam berada antara pukul 6-7 atau  sebaliknya, dan ketika garis biru di atas garis ungu adalah ketika bandul jam berada antara pukul 6-5 atau sebaliknya.</p><p
style="text-align: left;">Sebagaimana ayunan bandul jam yang bergerak cepat  dengan urutan 6-7-6-5-6-7-6-5 dst., maka posisi gerakan cepat ini sebenarnya tidak perlu membuat panik siapapun apalagi kalau sampai menjadi dasar suatu kebijakan.</p><p
style="text-align: left;">Dasar suatu kebijakan harus didukung oleh perspektif jangka panjang. Dari grafik di atas misalnya, kita tahu bahwa dari waktu ke waktu memang harga emas terus berayun – tetapi <em>long term trend</em>-nya jelas masih naik.</p><p
style="text-align: left;">Meskipun demikian, betapa masuk akalnya sekalipun trend harga emas jangka panjang seperti yang pernah juga saya buat <a
href="http://www.emas24.com/index.php?option=com_content&amp;view=article&amp;id=199:deja-vu-harga-emas-how-low-can-you-go-&amp;catid=27:new-to-joomla&amp;Itemid=44">prediksi matematisnya di tulisan sebelumnya- dimana berdasarkan formula trend polynomial harga emas akan mencapai kisaran di atas Rp 1,000,000/gram tahun 2015</a> (ketika anak Anda yang kelas 3 SMP sekarang sampai kelas 3 SMA !) – ini tetaplah prediksi, bisa benar dan bisa juga keliru.</p><p
style="text-align: left;">Tidak ada yang bisa melihat masa depan dengan 100% kebenaran, oleh karena itulah masyarakat harus dibuat mengerti dahulu sebelum mereka membeli atau berinvestasi di emas ini – mereka harus bisa melihat <em>full picture</em>-nya, bukan antusiasme sesaat seperti ketika harga emas melonjak selama Agustus – September 2011 lalu, dan bukan pula harus menjual karena  kepanikan sesaat seperti yang terjadi antara November &#8211; Desember 2011 lalu. Wa Allahu ‘Alam.</p> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://usahadinar.com/news/harga-emas-dari-mana-dan-akan-kemana/feed/</wfw:commentRss> <slash:comments>0</slash:comments> </item> <item><title>Euro Jatuh, Emas Juga Jatuh</title><link>http://usahadinar.com/news/euro-jatuh-emas-juga-jatuh/</link> <comments>http://usahadinar.com/news/euro-jatuh-emas-juga-jatuh/#comments</comments> <pubDate>Thu, 15 Dec 2011 03:22:44 +0000</pubDate> <dc:creator>Nurhasanah</dc:creator> <category><![CDATA[News]]></category> <guid
isPermaLink="false">http://usahadinar.com/?p=318</guid> <description><![CDATA[Semalam harga emas internasional mengalami kejatuhan yang sangat significant – mirip dengan kejadian 2009, yaitu turun ke titik terendah setelah beberapa bulan sebelumnya mencapai titik tertinggi. Bedanya hanya pada penyebab naik turunnya harga, dan waktu terjadinya masing-masing titik ekstrim-nya. Naik turunnya harga di tahun 2008/2009 adalah factor krisis di Amerika sedangkan turunnya harga kali ini [...]]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p>Semalam harga emas internasional mengalami kejatuhan yang sangat significant – mirip dengan <a
href="http://geraidinar.com/index.php?option=com_content&amp;view=article&amp;id=792:gold-based-capital-ii-bijak-investasi-menggunakan-emas&amp;catid=36:investasi-&amp;Itemid=87">kejadian 2009, yaitu turun ke titik terendah setelah beberapa bulan sebelumnya mencapai titik tertinggi</a>. Bedanya hanya pada penyebab naik turunnya harga, dan waktu terjadinya masing-masing titik ekstrim-nya. Naik turunnya harga di tahun 2008/2009 adalah factor krisis di Amerika sedangkan turunnya harga kali ini penyebab utamanya adalah krisis di Euro Zone.</p><p>Pola pengaruh Euro dan Dollar terhadap harga emas dunia ini dapat dilihat pada grafik dibawah.  Karena harga emas dunia dihitung dengan US Dollar maka harga emas memiliki hubungan terbalik – <em>inverse relationship</em> – terhadap US Dollar yang diwakili oleh US Dollar Index. Kita bisa lihat pada grafik dibawah, area abu-abu yang mewakili US Dolar Index melonjak sangat significant beberapa hari terakhir.<span
id="more-318"></span></p><p><a
href="http://usahadinar.com/news/euro-jatuh-emas-juga-jatuh/attachment/15euro_gold/" rel="attachment wp-att-319"><img
class="alignnone size-medium wp-image-319" title="15euro_gold" src="http://usahadinar.com/box/15euro_gold-300x264.jpg" alt="" width="300" height="264" /></a></p><p>Grafik di atas juga menunjukkan bahwa Euro-pun memiliki hubungan terbalik dengan US Dollar sama dengan emas,  atau dengan kata lain Euro memiliki hubungan yang sejalan dengan harga emas dalam US Dollar.  Ketika nilai tukar Euro jatuh, harga emas-pun jatuh.</p><p>Pertanyaannya adalah apakah kejatuhan Euro yang membuat orang berbondong-bondong memindahkan dananya kedalam US Dollar ini akan berlangsung lama sehingga Euro dan emas sama-sama akan terus merosot ?. Kemungkinan itu tetap ada, setidaknya dua faktor dibawah yang akan menjadi penyebabnya.</p><p>1. Bila kondisi Euro Zone semakin memburuk dan tidak terselamatkan, maka pelarian ke <em>safe haven</em> sementara  US Dollar akan semakin meningkat. US Dollar menjadi semakin mahal dan berarti harga emas semakin turun.</p><p>2. Bila Euro Zone tidak mengalami pemburukan yang bersifat fundamental lebih lanjut –pun harga emas bisa tetap turun oleh <em>panic selling</em> seperti yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.</p><p>Kalau dua factor tersebut menyebabkan harga emas turun dalam waktu dekat, lantas apakah ada factor yang akan mendorongnya naik ?. Tentu juga ada, meskipun kemungkinan terjadinya agak bersifat jangka panjang.</p><p>Euro Zone adalah mitra dagang utama Amerika Serikat, oleh karenanya dalam menghitung kekuatan US Dollar  atau yang kemudian dicerminkan oleh US Dollar Index – bobot Euro adalah yang paling besar yaitu 57.6% disusul oleh Yen Jepang yang hanya 13.6 % dan mata uang negara-negara lain yang lebih kecil pengaruhnya.</p><p>Bila krisis di Euro Zone berkelanjutan, Amerika pasti kena juga getahnya antara lain melalui ekspor ke negara-negara mitra dagang utamanya yang akan menurun dan risiko yang membesar di pasar financial karena  saling keterkaitannya antara  pasar financial yang satu dengan yang lain. Jadi US Dollar hanya diuntungkan sementara oleh krisis Euro.</p><p>Lantas bagaimana kita seharusnya menyikapi anjlognya harga  emas ini ?, terutama bagi Anda yang baru mulai membeli emas atau Dinar justru pada saat harga tertinggi beberapa bulan terakhir ?.</p><p>Pertama yang perlu diingat adalah krisis Euro tidak bersifat unique, US Dollar-pun (dan berbagai mata uang kertas lainnya) berpeluang mengalami krisis yang sama – bahkan US Dollar juga sedang mengalaminya, hanya karena pembandingnya adalah Euro yang lebih buruk – US Dollar kelihatannya membaik. Bila wajah buruk US Dollar sudah tidak lagi tertutupi oleh keburukan Euro, Dollar-pun akan berkinerja seperti Euro. Karena Dollar memiliki <em>inverse relationship</em> dengan emas, saat itulah harga emas akan kembali pulih seperti puncaknya beberapa bulan lalu.</p><p>Kedua gonjang-ganjing harga emas dunia  yang di-<em>trigger</em> oleh fluktuasi daya beli US Dollar ini, seharusnya bisa menyadarkan kita semua – bahwa tidak ada investasi yang aman dari risiko. Itulah sebabnya, melalui tulisan seperti ini dan <a
href="http://geraidinar.com/index.php?option=com_content&amp;view=article&amp;id=792:gold-based-capital-ii-bijak-investasi-menggunakan-emas&amp;catid=36:investasi-&amp;Itemid=87">juga tulisan-tulisan sebelumnya</a>, kami lebih menekankan kepahaman masyarakat dibandingkan dengan upaya untuk menjual emas atau Dinar itu sendiri, <a
href="http://geraidinar.com/index.php?option=com_content&amp;view=article&amp;id=784:ilmu-sebelum-amal&amp;catid=37:umum&amp;Itemid=90">ilmu sebelum amal</a>.</p><p>Ketiga, krisis ini mengingatkan kita pentingnya membangun kekuatan ekonomi sektor riil minimal untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti pangan, sandang dan papan. Tidak mudah memang, tetapi investasi yang lain-pun toh juga terbukti tidak mudah, jadi tetap harus terus dicoba dan diupayakan. Wa Allahu A’lam.</p> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://usahadinar.com/news/euro-jatuh-emas-juga-jatuh/feed/</wfw:commentRss> <slash:comments>0</slash:comments> </item> <item><title>Pilihan Investasi : Antara Saham vs Emas</title><link>http://usahadinar.com/news/pilihan-investasi-antara-saham-vs-emas/</link> <comments>http://usahadinar.com/news/pilihan-investasi-antara-saham-vs-emas/#comments</comments> <pubDate>Fri, 25 Nov 2011 03:05:26 +0000</pubDate> <dc:creator>Nurhasanah</dc:creator> <category><![CDATA[News]]></category> <guid
isPermaLink="false">http://usahadinar.com/?p=306</guid> <description><![CDATA[Saya sering sekali mendapatkan pertanyaan yang terkait pilihan investasi antara saham atau emas, baik dari kalangan investor individu maupun korporasi. Saya sudah pernah menulisnya dari thesis S 2 Ibu Sri Pangestuti lebih dari setahun lalu – juga dalam beberapa tulisan sebelumnya, namun karena masih banyak pertanyaan dan juga sambil meng-update data – analisa sejenis saya [...]]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p>Saya sering sekali mendapatkan pertanyaan yang terkait pilihan investasi antara saham atau emas, baik dari kalangan investor individu maupun korporasi. Saya sudah pernah menulisnya dari <a
href="http://geraidinar.com/index.php?option=com_content&amp;view=article&amp;id=505:risk-and-return-antara-saham-dengan-emas-pilih-mana&amp;catid=36:investasi-&amp;Itemid=87">thesis S 2 Ibu Sri Pangestuti lebih dari setahun lalu</a> – juga dalam beberapa tulisan sebelumnya, namun karena masih banyak pertanyaan dan juga sambil meng-update data – analisa sejenis saya munculkan lagi dalam tulisan ini dengan data yang lebih baru.</p><p>Data-data yang saya gunakan dalam tulisan ini berasal dari dua sumber yaitu dari Kitco untuk data emas, dan dari saluran Yahoo Finance untuk data bursa saham dunia yang terwakili oleh <em>Dow Jones Industrial Average </em>(DJIA) maupun saham-saham di <em>Indonesia Stock Exchange</em> yang terwakili melalui IHSG-nya. Masing-masing saya ambil data untuk lima tahun untuk dapat menggambarkan situasi yang berkembang dalam perekonomian Indonesia maupun global akhir-akhir ini.<span
id="more-306"></span></p><p>Saya tidak akan gunakan analisa teknis, tetapi cukup dengan menggunakan tiga ilustrasi dibawah untuk memberi gambaran mana yang lebih menarik bila harus memilih investasi antara saham atau emas.</p><p>Grafik pertama dibawah memberikan ilustrasi kinerja saham-saham di dunia yang terwakili oleh DJIA. Dengan mudah kita bisa melihat bahwa kinerja DJIA cenderung menurun dari kisaran angka 12,500 ke kisaran 11,500 dalam lima tahun terakhir, sebaliknya pada periode yang sama harga emas melonjak dari kisaran angka US$ 600-an/ozt ke kisaran angka mendekati US$ 1,800/ozt.</p><p><a
href="http://usahadinar.com/news/pilihan-investasi-antara-saham-vs-emas/attachment/24dgr1111-2/" rel="attachment wp-att-308"><img
class="alignnone size-medium wp-image-308" title="24dgr1111" src="http://usahadinar.com/box/24dgr11111-300x288.jpg" alt="" width="300" height="260" /></a></p><div><p>Emas vs Dow</p></div><p>Artinya untuk jumlah emas yang sama yang Anda miliki lima tahun lalu, rata-rata akan mendapatkan tiga kali jumlah saham yang lebih banyak bila Anda belanjakan untuk membeli saham-saham perusahaan kelas dunia di bursa internasional. Grafik kedua dibawah menggambarkan hal ini dalam bentuk trend Dow Gold Ratio.</p><p><a
href="http://usahadinar.com/news/pilihan-investasi-antara-saham-vs-emas/attachment/24dgr1111a/" rel="attachment wp-att-309"><img
class="alignnone size-medium wp-image-309" title="24dgr1111a" src="http://usahadinar.com/box/24dgr1111a-300x231.jpg" alt="" width="300" height="231" /></a></p><div><p>Dow Gold Ratio</p></div><p>Lantas bagaimana kinerja saham yang ada di Indonesia ?. Rata-rata lima tahun terakhir memang lebih baik dari saham di bursa global, namun tetap belum bisa melebihi kinerja emas dalam periode yang sama. Lebih jauh lagi dalam grafik dibawah, kita bisa tahu bahwa kinerja saham ternyata lebih berfluktuasi atau lebih beresiko ketimbang emas. Artinya trend lima tahun terakhir masih sejalan dengan trend yang lebih panjang yang dikaji oleh Ibu Sri Pangestuti dalam thesisnya tersebut diatas, bahwa emas memberikan hasil lebih baik dan dengan resiko yang lebih kecil.</p><p><a
href="http://usahadinar.com/news/pilihan-investasi-antara-saham-vs-emas/attachment/24goldihsg/" rel="attachment wp-att-310"><img
class="alignnone size-medium wp-image-310" title="24goldihsg" src="http://usahadinar.com/box/24goldihsg-300x252.jpg" alt="" width="300" height="252" /></a></p><div><p>Emas vs IHSG</p></div><p>Tetapi bagaimana dengan sektor riil bila orang terus rame-rame pindah ke emas ?, inilah yang sering saya sampaikan bahwa emas hanyalah untuk mempertahankan nilai agar hasil jerih payah kita tidak tergerus oleh inflasi. Investasi idealnya adalah bila kita bisa memutar sendiri dana kita di sector riil dengan baik, insyaallah hasilnya akan lebih baik dari emas dan otomatis akan lebih baik dari saham karena ternyata saham tidak lebih baik dari emas seperti yang ditunjukkan oleh grafik-grafik tersebut diatas.</p><p>Inilah jawaban saya untuk Anda yang masih menanyakannya. Wa Allahu A’lam.</p> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://usahadinar.com/news/pilihan-investasi-antara-saham-vs-emas/feed/</wfw:commentRss> <slash:comments>0</slash:comments> </item> <item><title>Rupiah Oh Rupiah</title><link>http://usahadinar.com/news/rupiah-oh-rupiah/</link> <comments>http://usahadinar.com/news/rupiah-oh-rupiah/#comments</comments> <pubDate>Fri, 28 Oct 2011 04:09:00 +0000</pubDate> <dc:creator>Nurhasanah</dc:creator> <category><![CDATA[News]]></category> <guid
isPermaLink="false">http://usahadinar.com/?p=298</guid> <description><![CDATA[Rupiah nampaknya sedang diuji, setelah kurang lebih tujuh bulan sejak Februari lalu Rupiah mampu bertahan dibawah Rp 9,000/US$ &#8211; semalam bergejolak dalam range yang sangat lebar dari kisaran Rp 8,800 –an sampai Rp 9,300-an per US$. Perjuangan penyelamatan Rupiah kemungkinan akan terus berlangsung hingga hari ini dan hari-hari mendatang, sehingga fluktuasi yang tajam mungkin belum [...]]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p>Rupiah nampaknya sedang diuji, setelah kurang lebih tujuh bulan sejak Februari lalu Rupiah mampu bertahan dibawah Rp 9,000/US$ &#8211; semalam bergejolak dalam <em>range</em> yang sangat lebar dari kisaran Rp 8,800 –an sampai Rp 9,300-an per US$. Perjuangan penyelamatan Rupiah kemungkinan akan terus berlangsung hingga hari ini dan hari-hari mendatang, sehingga fluktuasi yang tajam mungkin belum akan mereda. Pelemahan nilai tukar semalam juga terjadi di hampir seluruh mata uang regional kita, tetapi pada umumnya memang tidak se-fluktuatif Rupiah.<span
id="more-298"></span></p><p>Perhatikan grafik pergerakan Rupiah terhadap US$ dalam 24 jam terkahir yang saya ambilkan datanya dari <a
href="http://finance.yahoo.com/">Yahoo Finance</a>.  Dua kali penguatan tajam di sekitar jam 3 PM dan jam 5 PM waktu GMT bisa jadi karena ada upaya keras untuk meredam pelemahan Rupiah. Bahwasanya kemudian kembali ke angka Rp 9,300-an per US$ hingga pagi ini, ini menunjukkan kondisi pasar yang sesungguhnya – pasar yang tidak mudah dilawan.</p><p><a
href="http://usahadinar.com/news/rupiah-oh-rupiah/attachment/22osilasirp/" rel="attachment wp-att-299"><img
class="alignnone size-full wp-image-299" title="22osilasirp" src="http://usahadinar.com/box/22osilasirp.jpg" alt="" width="427" height="225" /></a></p><div><p>Source : Yahoo Finance</p></div><p>Saya sendiri berharap upaya penyelamatan Rupiah ini terus dilakukan oleh pihak-pihak yang berwenang di negeri ini – agar uang kita masih tetap bernilai tinggi, karena realitanya mayoritas penghasilan kita dalam bentuk Rupiah.</p><p>Bila Grafik Rupiah 24 jam terakhir tersebut diatas kita sandingkan dengan grafik mata uang regional lainnya, kita akan dapat memperoleh gambaran yang lebih komprehensif. Di antara negara tetangga yang kemungkinan juga melakukan upaya penyelamatan nilai tukarnya adalah Philippine, grafik penguatan Peso mereka pada akhir perdagangan semalam menjadi indicator intervensi pihak berwenang mereka.</p><p><a
href="http://usahadinar.com/news/rupiah-oh-rupiah/attachment/22regional/" rel="attachment wp-att-300"><img
class="alignnone size-full wp-image-300" title="22regional" src="http://usahadinar.com/box/22regional.jpg" alt="" width="420" height="231" /></a></p><div><p>Source : Yahoo Finance</p></div><p>Lantas bagaimana dampak fluktuasi Rupiah ini pada harga emas atau Dinar ?. Seperti yang saya ungkapkan dalam tulisan “<a
href="http://geraidinar.com/index.php?option=com_content&amp;view=article&amp;id=724:harga-emas-bukan-harga-cabe&amp;catid=35:dinar&amp;Itemid=84">Harga Emas Bukan Harga Cabe</a>…”, harga emas internasional semalam turun drastis ke kisaran angka US$ 1,780-an per troy ounce.  Hanya saja karena Rupiahnya yang melemah significant tersebut diatas – efek resultante-nya harga emas dan Dinar juga naik secara significant dalam Rupiah.</p><p>Bila fluktuasi harga masih seperti semalam yang mencapai rentang 5 % &#8211; terlihat dari grafik Rupiah biru dari – 1.5 ke + 3.5 ; maka ada kemungkinan kami akan meng-<em>override ‘auto pilot’ engine</em> harga emas dan Dinar kita – agar tidak menjadi ajang spekulasi.</p><p>Rentang yang kami anggap aman untuk tidak menjadi ajang spekulasi adalah 4 % yaitu perbedaan antara harga jual dan harga beli, oleh karenanya bila harga turun atau naik melebihi rentang 4 % &#8211; kemungkinan akan ada harga antar waktu – yaitu harga yang kami update diantara waktu-waktu update yang rutin jam 06.30, 12.30 ; 18.30 dan 00.30.</p><p>Semoga Rupiah masih akan berdaya…!. Amin.</p><p>&nbsp;</p><p>Sumber: Muhaimmin Iqbal</p> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://usahadinar.com/news/rupiah-oh-rupiah/feed/</wfw:commentRss> <slash:comments>1</slash:comments> </item> <item><title>Harga Dinar Dan Kekuatan Pasarnya</title><link>http://usahadinar.com/news/harga-dinar-dan-kekuatan-pasarnya/</link> <comments>http://usahadinar.com/news/harga-dinar-dan-kekuatan-pasarnya/#comments</comments> <pubDate>Fri, 28 Oct 2011 04:01:51 +0000</pubDate> <dc:creator>Nurhasanah</dc:creator> <category><![CDATA[News]]></category> <guid
isPermaLink="false">http://usahadinar.com/?p=293</guid> <description><![CDATA[Bila Anda memiliki 4.25 gram emas 24 karat dan 1 koin Dinar Gerai Dinar 22 karat produksi Antam atau PERURI, mana yang lebih tinggi nilainya bila Anda jual ?. Anda bisa buktikan dan tes hari ini juga, bahwa Dinar Gerai Dinar lebih tinggi nilainya dan lebih mudah menjualnya !. Ini pula yang terjadi kemarin sore  [...]]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p>Bila Anda memiliki 4.25 gram emas 24 karat dan 1 koin Dinar Gerai Dinar 22 karat produksi Antam atau PERURI, mana yang lebih tinggi nilainya bila Anda jual ?. Anda bisa buktikan dan tes hari ini juga, bahwa Dinar Gerai Dinar lebih tinggi nilainya dan lebih mudah menjualnya !. Ini pula yang terjadi kemarin sore  ketika seorang wartawati majalah bisnis terkemuka – men-<em>challenge</em> nilai Dinar. Kok bisa ?, inilah antara lain yang disebut kekuatan pasar itu.<span
id="more-293"></span></p><p>Ketika berusaha membuktikan hal ini kemarin sore (27/09), pembanding yang kami gunakan adalah informasi harga <em>buy back</em> resmi di Logam Mulia – Antam dan pasar emas Cikini – selain tentu saja harga jual beli Dinar Gerai Dinar yang tersebar informasinya melalui web GeraiDinar.Com, facebook dan twitter-nya.</p><p>Harga <em>buy back</em> di situs Logam Mulia &#8211; Antam kemarin adalah Rp 465,000/gram, tetapi bila Anda menjual emas Anda kemarin sore di pasar Cikini – Anda bisa menjualnya sampai harga tertinggi Rp 517,000/gram. Pada saat yang bersamaan, harga Dinar sessi siang sampai sore kemarin adalah jual pada Rp 2,293,674 dan beli pada harga Rp 2,201,927,-.</p><p>Jadi bila Anda memiliki 4.25 gram emas 24 karat dan Anda jual kemarin sore, maka Logam Mulia – Antam akan membelinya seharga 4.25 x Rp 465,000 = Rp 1,976,250,-. Bila anda jual ke Cikini dan memperoleh harga terbaiknya, maka Anda akan mendapatkan harga 4.25 x Rp 517,000 = Rp 2,197,250. Anda bisa lihat sekarang bahwa keduanya – baik LM Antam maupun toko emas di Cikini menghargai emas Anda lebih rendah dibandingkan bila Anda menjual Dinar kemarin sore juga pada harga beli kami Rp 2,201,927.</p><p>Perbedaan ini akan semakin tinggi ketika Anda menjualnya ke sesama pengguna yang kami fasilitasi juga, Anda akan memperoleh hasil bersih pada harga tengah Rp 2,247,800,-.</p><p>Bagaimana kami bisa menghargai lebih tinggi ?.  Ada dua ‘rahasia’ yang ingin saya share disini.  Pertama kami fasilitasi pertukaran Dinar tanpa mengghilangkan ongkos cetaknya baik ketika Anda menjual maupun membeli. Hal ini berbeda dengan perdagangan emas pada umumnya, yaitu Anda membayar biaya cetak ketika membeli – dan Anda kehilangan biaya cetak ini ketika Anda menjualnya kembali.</p><p>Kedua adanya virtual market yang kini menjadi sangat besar bagi pengguna Dinar Gerai Dinar. Ketika  Anda menitipkan Dinar Anda untuk dijual ke sesama pengguna dan kami umumkan di situs ini misalnya, niat jual Anda itu ‘terlihat’ oleh puluhan ribu pengguna lainnya yang mengunjungi GeraiDinar.Com  dan bahkan juga diteruskan melalui  facebook  dan twitternya. Itulah sebabnya iklan-iklan jual di situs ini biasanya hanya muncul sesaat saja, karena setelah dibeli oleh pengguna lainnya iklan akan kami cabut kembali.</p><p>Bandingkan virtual market untuk Dinar dari Gerai Dinar ini dengan emas lantakan 24 karat Anda misalnya. Kemungkinan besarnya Anda menjual emas Anda hanya di tempat Anda membelinya atau ke pihak lain yang Anda mengenalnya langsung.</p><p>Bagaimana sustainability dari  virtual market  Dinar ini kedepan-nya ?, kinipun Anda sudah bisa melihat sebenarnya siapa yang ikut ‘menjaga’ pasar ini. Selain Gerai Dinar sendiri, ada lima puluhan agen-agen resmi yang situsnya dapat Anda kunjungi dan bisa jadi salah satu dari mereka adalah tempat terdekat Anda untuk menjual dan membeli Dinar Anda .</p><p>Anda bisa buktikan sendiri sekarang bila Anda punya emas lantakan 24 karat dan Dinar dari Gerai Dinar, jual keduanya hari ini dan lihat hasilnya !. Kemungkinan besarnya perhitungan seperti yang saya contohkan di atas masih tetap berlaku. Selamat bergabung di ‘virtual market’ yang sangat besar – yang menghargai uang Anda lebih dari yang lain.</p><p>&nbsp;</p><p>Sumber: Muhaimmin Iqbal</p> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://usahadinar.com/news/harga-dinar-dan-kekuatan-pasarnya/feed/</wfw:commentRss> <slash:comments>0</slash:comments> </item> <item><title>Gold Long-Term Trend : Kemana Harga Emas Bergerak?</title><link>http://usahadinar.com/news/gold-long-term-trend-kemana-harga-emas-bergerak/</link> <comments>http://usahadinar.com/news/gold-long-term-trend-kemana-harga-emas-bergerak/#comments</comments> <pubDate>Fri, 28 Oct 2011 03:46:40 +0000</pubDate> <dc:creator>Nurhasanah</dc:creator> <category><![CDATA[News]]></category> <guid
isPermaLink="false">http://usahadinar.com/?p=282</guid> <description><![CDATA[Hari-hari ini harga emas dunia lagi relatif rendah dibandingkan harga-harga tertingginya bulan lalu. Bagi para pemain baru yang membeli saat  euphoria emas dan bahkan mengantri untuk membeli emas ketika harga menyentuh kisaran US$ 1,900/Ozt, harga sekarang yang dibawah US$ 1,700/Ozt  atau mengalami penurunan  sekitar 11 % &#8211; pastilah mengecewakan. Namun bila Anda termasuk pemain baru [...]]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p>Hari-hari ini harga emas dunia lagi relatif rendah dibandingkan harga-harga tertingginya bulan lalu. Bagi para pemain baru yang membeli saat  <em>euphoria</em> emas dan bahkan mengantri untuk membeli emas ketika harga menyentuh kisaran US$ 1,900/Ozt, harga sekarang yang dibawah US$ 1,700/Ozt  atau mengalami penurunan  sekitar 11 % &#8211; pastilah mengecewakan. Namun bila Anda termasuk pemain baru ini, dan tidak buru-buru membutuhkan dana Rupiah – Anda tidak perlu terlalu kawatir karena secara statistik <em>long-term trend</em> harga emas masih kuat mendorong ke atas.<span
id="more-282"></span></p><p>Salah satu cara melihat <em>trend</em> jangka panjang ini yang dilakukan oleh para profesional di pasar adalah dengan membandingkan rata-rata bergerak sederhana (simple moving average – saya singkat saja SMA) dari periode yang lebih panjang, dengan rata-rata bergerak sederhana untuk periode yang lebih pendek.</p><p>Untuk analisa ini misalnya saya gunakan data harga emas Kitco sejak Januari 2000 sampai hari ini Oktober 2011. Kemudian rata-rata bergerak sederhana-nya saya buat untuk periode 20 bulan (SMA-20) dan periode 9 bulan (SMA-09). Untuk melihat trendnya kemana, kaidahnya demikian :</p><p>Trend jangka panjang akan naik bila :</p><p>1.     SMA-09 berada di atas SMA-20</p><p>2.     Keduanya bergerak keatas</p><p>3.     Harga emas di pasar masih diperdagangkan diatas SMA-09</p><p>&nbsp;</p><p>Sebaliknya trend jangka panjang akan turun bila :</p><p>1.     SMA-09 berada dibawah SMA-20</p><p>2.     Keduanya bergerak kebawah</p><p>3.     Harga emas di pasar diperdagangkan dibawah SMA-09</p><p>Sekarang kita lihat hasil analisa ini pada grafik dibawah :</p><p><a
href="http://usahadinar.com/news/gold-long-term-trend-kemana-harga-emas-bergerak/attachment/14-sma/" rel="attachment wp-att-283"><img
class="alignnone size-full wp-image-283" title="14 sma" src="http://usahadinar.com/box/14-sma.jpg" alt="" width="443" height="304" /></a></p><div><p>Gold Long-Term Trend</p></div><p>Anda bisa lihat bahwa sepanjang sebelas tahun terakhir, SMA-09 secara <em>persistent</em> berada diatas SMA-20, dan terbukti memang sepanjang periode ini trend jangka panjang itu begitu jelas menuju keatas.  Anda bisa uji juga dengan data komoditi lain, saham dlsb – asal Anda memiliki data harga perdagangannya untuk periode yang cukup panjang.</p><p>Jadi meskipun Anda membeli emas/Dinar pada saat harga tertinggi bulan lalu, asal Anda tidak terburu-buru menjualnya – insyaAllah Anda tidak merugi. Wa Allahu A’lam.</p><table
width="275"><tbody><tr><td
valign="top"></td></tr></tbody></table> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://usahadinar.com/news/gold-long-term-trend-kemana-harga-emas-bergerak/feed/</wfw:commentRss> <slash:comments>0</slash:comments> </item> <item><title>Bila Rupiah (Terus) Melemah</title><link>http://usahadinar.com/news/bila-rupiah-terus-melemah/</link> <comments>http://usahadinar.com/news/bila-rupiah-terus-melemah/#comments</comments> <pubDate>Thu, 15 Sep 2011 03:44:12 +0000</pubDate> <dc:creator>Nurhasanah</dc:creator> <category><![CDATA[News]]></category> <guid
isPermaLink="false">http://usahadinar.com/?p=261</guid> <description><![CDATA[Bagi yang mengamati harga Dinar/Emas hari ini, barangkali Anda terkejut dengan kenaikannya yang mencapai sekitar Rp 50,000/Dinar pada harga siang &#8211; padahal harga emas internasionalnya lagi menurun. Ini tidak lain karena melemahnya Rupiah yang terus berlanjut yang terjadi sejak dua hari lalu. Pada saat artikel ini saya tulis misalnya, Rupiah menyentuh angka Rp 8,950/US$ di [...]]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p>Bagi yang mengamati harga Dinar/Emas hari ini, barangkali Anda terkejut dengan kenaikannya yang mencapai sekitar Rp 50,000/Dinar pada harga siang &#8211; padahal harga emas internasionalnya lagi menurun. Ini tidak lain karena melemahnya Rupiah yang terus berlanjut yang terjadi sejak dua hari lalu. Pada saat artikel ini saya tulis misalnya, Rupiah menyentuh angka Rp 8,950/US$ di pasar internasional yang juga dapat diikuti di rate yang kami tampilkan secara <em>real time</em> di situs ini. Mengapa kok tiba-tiba Rupiah melemah ?.<span
id="more-261"></span></p><p>Masalah bahwa Rupiah akan melemah ini sebenarnya tidak terlalu mengejutkan karena dalam situasi krisis ekonomi yang melanda negara-negara maju saat ini – Indonesia pasti kena dampaknya.  <em>Demand</em> import mereka menurun – maka export Indonesia juga akan menurun. Pasar yang mengecil diperebutkan banyak pemain, yang tidak kuat pasti juga akan mendapatkan kue pasar export yang lebih kecil.</p><p>Bahkan bila Rupiah tetap perkasa, kemungkinan memperoleh kue export-nya akan lebih kecil lagi karena produk-produk kita menjadi kurang bersaing. Jadi penurunan nilai tukar Rupiah terhadap Dollar yang memang lagi mulai menguat ini – lihat grafik dibawah, tidak sepenuhnya buruk bagi ekonomi Indonesia.</p><p><a
href="http://usahadinar.com/news/bila-rupiah-terus-melemah/attachment/14curr/" rel="attachment wp-att-262"><img
class="alignnone size-full wp-image-262" title="14curr" src="http://usahadinar.com/box/14curr.jpg" alt="" width="444" height="218" /></a></p><div><p>Currency Trend IDR, USD, JPY and EUR</p></div><p>Bagi Anda yang terbiasa membeli produk import atau produk-produk yang nilainya mengikuti pasar internasional , tentu akan Anda rasakan produk-produk tersebut semakin mahal.</p><p>Salah satunya ya emas atau Dinar ini !.  Bila Rupiah melemah sampai Rp 9,500/US$ &#8211; yang saya anggap masih wajar mengingat situasi ekonomi global saat ini – maka pada kisaran harga emas yang terjadi sebulan terakhir saja – harga Dinar akan bisa mencapai lebih dari Rp 2,500,000 per Dinar, dan harga emas lebih dari Rp 600,000/gram.</p><p>Lebih detilnya Anda dapat lihat pada table dibawah untuk melihat kemungkinan-kemungkinannya – yaitu harga Dinar pada perbagai tingkat harga emas dunia dan perbagai tingkat nilai tukar. Wa Allahu A’lam.</p><p><a
href="http://usahadinar.com/news/bila-rupiah-terus-melemah/attachment/14ifrupiah/" rel="attachment wp-att-263"><img
class="alignnone size-full wp-image-263" title="14ifrupiah" src="http://usahadinar.com/box/14ifrupiah.jpg" alt="" width="464" height="193" /></a></p><p>Dinar at Various Exchange Rate and Intl. Price</p><p>&nbsp;</p><p>By : Muhaimmin Iqbal</p> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://usahadinar.com/news/bila-rupiah-terus-melemah/feed/</wfw:commentRss> <slash:comments>0</slash:comments> </item> <item><title>Banyak Emas Tetapi (Terancam) Bangkrut, Kok Bisa?</title><link>http://usahadinar.com/news/banyak-emas-tetapi-terancam-bangkrut-kok-bisa/</link> <comments>http://usahadinar.com/news/banyak-emas-tetapi-terancam-bangkrut-kok-bisa/#comments</comments> <pubDate>Fri, 09 Sep 2011 06:07:26 +0000</pubDate> <dc:creator>Nurhasanah</dc:creator> <category><![CDATA[News]]></category> <guid
isPermaLink="false">http://usahadinar.com/?p=250</guid> <description><![CDATA[Seolah ada ironi besar pada ekonomi kapitalis yang mendominasi dunia saat ini, yaitu negeri pemegang cadangan emas terbesar dunia (Amerika) yang juga bisa menjadi epicentrum dari gempa financial yang dapat meruntuhkan kapitalisme itu sendiri.  Banyak yang mengira bahwa Amerika yang merupakan negara dengan cadangan emas terbesar di dunia (8,133.5 ton) akan dapat selamat dari krisis [...]]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p>Seolah  ada ironi besar pada ekonomi kapitalis yang mendominasi dunia saat ini,  yaitu negeri pemegang cadangan emas terbesar dunia (Amerika) yang juga  bisa <a
href="http://geraidinar.com/index.php?option=com_content&amp;view=article&amp;id=708:di-ambang-keruntuhan-kapitalisme-are-we-ready&amp;catid=39:ekonomi-makro&amp;Itemid=88">menjadi epicentrum dari gempa financial yang dapat meruntuhkan kapitalisme itu sendiri</a>.  Banyak yang mengira bahwa Amerika yang merupakan negara dengan cadangan emas terbesar di dunia (8,133.5 ton) akan dapat selamat <a
href="http://geraidinar.com/index.php?option=com_content&amp;view=article&amp;id=695:ketika-system-ekonomi-adikuasa-kehilangan-kredibilitasnya&amp;catid=39:ekonomi-makro&amp;Itemid=88">dari krisis hutang yang memuncak bulan lalu</a>, ternyata kenyataannya tidak.  Cadangan emas mereka terlalu kecil untuk dapat menutup hutang-hutangnya yang menggunung,  berikut adalah penjelasan saya untuk merespon banyaknya pertanyaan mengenai hal ini.</p><p>Untuk  penjelasannya, saya menggunakan data sekunder dari empat sumber yaitu  IMF, World Gold Council , BI dan CIA Fact Book. Hasilnya saya  tabulasikan secara sederhana pada table dibawah.<span
id="more-250"></span></p><p><a
rel="attachment wp-att-255" href="http://usahadinar.com/news/banyak-emas-tetapi-terancam-bangkrut-kok-bisa/attachment/9golddebt1-4/"><img
class="alignnone size-full wp-image-255" title="9golddebt1" src="http://usahadinar.com/box/9golddebt13.jpg" alt="" width="459" height="221" /></a></p><div><p>Gold, Debt and Reserve</p></div><p>Amerika  memiliki cadangan emas terbesar dunia yaitu 8,133.5 ton atau kurang  lebih setara dengan sekitar US$ 484 Milyar dengan asumsi harga emas saat  ini US$ 1,830/Ozt. Ini kurang lebih setara dengan 338.46% <em>foreign exchange reserve</em> mereka, di datanya CIA atau IMF diperkirakan hanya 74.7 % dari <em>reserve</em> karena harga emasnya belum di revaluasi sesuai harga yang <em>up to date</em>. Dibandingkan dengan <em>reserve</em> mereka seolah cadangan emas ini memang sangat besar, namun angka  cadangan emas yang sangat besar ini ternyata sama sekali tidak memadai  dibandingkan dengan hutang mereka yang berada di angka US$ 13.98  trilyun.  Cadangan emas mereka ini bila dipakai membayar  hutang hanya cukup untuk membayar 3.46 % dari hutang mereka !. Bahkan  bila ditambahkan dengan <em>reserve</em>-nya, Amerika hanya bisa melunasi 4.48% dari hutangnya dengan seluruh emas yang dimiliki plus <em>foreign exchange reserve</em>-nya.</p><p>Sebagai  pembanding, kita dapat lihat apa yang dimiliki China. Memang China baru  memiliki 1,054.10 ton cadangan emas atau kalau di Dollar-kan hanya  sekitar US$ 62.7 Milyar, ini kurang lebih hanya setara dengan 1.96 %  dari <em>reserve</em> China yang luar biasa besar mencapai US$ 3.2  trilyun. China juga memiliki hutang, tetapi hutangnya sangat kecil  relative bila dibandingkan dengan <em>reserve</em> yang dimilikinya. Dengan cadangan emas yang dimiliki plus <em>reserve</em>-nya, China mampu membayar 8 kali (802 %) dari <em>external debt</em>-nya !.</p><p>Lantas  bagaimana dengan kondisi negeri kita ?. Kita hanya memiliki sekitar  73.1 ton cadangan emas atau dengan harga saat ini kurang lebih setara  dengan US$ 4.3 Milyar, ini juga setara dengan 3.49 % dari <em>reserve</em> kita. Bila ini kita pakai untuk membayar hutang, maka hanya cukup untuk membayar 2.22% dari nilai hutang. Tetapi karena <em>reserve</em> kita yang lumayan besar yaitu US$ 124.6 Milyar, reserve ini cukup untuk  membayar sekitar 63.5 % dari hutang kita. Bila digabung dengan cadangan  emas, maka kita mampu membayar sampai sekitar 65.7 % dari <em>external debt</em> negeri ini.</p><p>Jadi dari perbandingan tiga Negara tersebut, kita bisa melihat bahwa China sungguh perkasa meskipun  emasnya  sangat sedikit dibandingkan dengan Amerika. Sebaliknya Amerika meskipun  cadangan emasnya terbesar, kemampuannya untuk membayar hutang  seandainya digunakan seluruh cadangan emas plus <em>reserve</em>-nya-pun  – sungguh-sungguh sangat tidak memadai. Itulah sebabnya Amerika menjadi  salah satu potensi epicentrum runtuhnya ekonomi kapitalisme global yang  sangat serius untuk saat ini.</p><p>Untung  kita orang Indonesia, kita tidak seburuk Amerika meskipun sangat jauh  dibawah China. Cadangan emas dan devisa kita memang belum memadai untuk  membayar hutang, tetapi kita masih bisa setidaknya berkomitmen untuk  berhenti berhutang dan mulai kerja keras untuk meningkatkan  produktifitas – kita masih memiliki harapan untuk bisa mencukupi  kebutuhan <a
href="http://geraidinar.com/index.php?option=com_content&amp;view=article&amp;id=710:inspirasi-solusi-dari-berita-besar&amp;catid=34:enterpreneurship&amp;Itemid=86">anak cucu kita kedepan dan tidak meninggalkan mereka dalam kondisi yang lemah</a>. InsyaAllah !.</p> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://usahadinar.com/news/banyak-emas-tetapi-terancam-bangkrut-kok-bisa/feed/</wfw:commentRss> <slash:comments>0</slash:comments> </item> </channel> </rss>
