Be Ready : Rupiah Melemah di 2011
Last Updated on Friday, 04 June 2010 12:05 Written by Muhaimin Iqbal Friday, 04 June 2010 11:57
Dalam rapat kerjanya dengan DPR kemarin (02/06/2010), pejabat sementara Gubernur Bank Indonesia menyampaikan bahwa ada kecenderungan Rupiah melemah di tahun depan. Diprediksi oleh BI, Rupiah akan berada di kisaran Rp 9.200 – Rp 9.600 per US$. Apa artinya ini pada asset dan hasil kerja kita semua ?.
Kalau asset kita dan penghasilan kita hanya tumbuh di kisaran 5 % per tahun, maka ini berarti melemahnya Rupiah tahun depan akan menghabiskan hampir keseluruhan pertumbuhan asset atau penghasilan kita.
Jadi dalam hal asset kita harus mengelolanya sedemikian rupa sehingga harus tumbuh diatas angka pelemahan Rupiah yang akan berkisar pada angka 5% tersebut diatas. Demikian pula dalam hal penghasilan, kita harus bekerja keras sehingga penghasilan kita bisa tumbuh diatas angka tersebut untuk sekedar mampu mempertahankan kesejahteraan yang ada.
Selain investasi sektor riil yang selalu kita dorong di situs ini, emas atau Dinar masih tetap akan menjadi proteksi unggulan untuk mempertahankan nilai asset tersebut diatas. Berdasarkan statistik pertumbuhan harga emas 10 tahun terakhir yang saya sajikan ulang dari tulisan saya kemarin, perhatikan garis titik-titik yang di generated dari rata-rata pertumbuhan bulanan selama 10 tahun terakhir pada grafik dibawah.
Gambar
pertumbuhan harga emas mengikuti konsistensi statistik, maka akhir tahun ini harga emas dalam US$ insyaAllah sudah akan menembus angka US$ 1,300. Bila hal yang terburuk sekalipun dari prediksi BI tersebut yang terjadi, yaitu Rupiah berada pada angka Rp 9,600/US$ - maka harga Dinar sudah akan berada di atas Rp 1.7 juta/Dinar. Artinya ketika Rupiah melemah di sekitar angka 5 %, emas atau Dinar menguat sampai sekitar 9.7 % - lebih dari cukup untuk meng - offset pelemahan Rupiah.
Bagimana kalau yang terjadi sebaliknya yaitu Rupiah ternyata seperkasa sekarang atau tidak mengalami pelemahan ?; dengan asumsi Rupiah pada angka sekarang, sekali lagi bila kinerja harga emas dunia mengikuti trend sepuluh tahun terakhir – maka harga emas/Dinar dalam Rupiah insyaAllah masih akan tumbuh sekitar 6 % dari posisinya sekarang.
Prediksi BI bisa juga keliru, demikian pula prediksi saya. Hanya Allah-lah yang Maha Tahu, Wa Allahu A’lam.
Kinerja Emas/Dinar Dalam Dasawarsa Terakhi
Written by Muhaimin Iqbal Friday, 04 June 2010 11:51
Bagi kita yang tumbuh di zaman ini, kalau mendengar istilah investasi – maka yang terbayang adalah saham, reksadana, deposito, asuransi, sukuk dlsb. Orang tua kita dahulu kebanyakan tidak mengenal istilah investasi, tetapi mereka mengenal tabungan. Tabungan yang mereka kenal juga agak berbeda dengan kita sekarang. Mereka lebih familiar dengan sawah, ternak, kebun dan yang juga secara luas dikenal adalah emas.
Bagi Anda yang mengikuti pola investasi atau tabungan dari orang tua Anda lebih awal – pasti Anda sekarang dapat menikmati manfaatnya. Ternyata pola investasi atau tabungan mereka khususnya pada emas – sangat menjanjikan hasilnya hingga kini.
Di situs ini tersaji secara real time kinerja emas dalam satu dasawarsa (10 tahun), yang per pagi ini menunjukkan angka pertumbuhan sekitar 421 %. Artinya uang yang Anda tanamkan di emas sepuluh tahun lalu, kini nilainya telah menjadi lebih dari 5.21 kali-nya.
Secara lebih detil kenaikan harga emas atau Dinar ini dapat Anda lihat pada grafik dibawah. Nampak jelas dari grafik tersebut bahwa tahun demi tahun, harga emas terus meningkat. Pada umumnya terendah tahun ini, masih lebih tinggi dari terendah tahun sebelumnya – begitu seterusnya sehingga grafik untuk masing-masing tahun akan terus bergerak keatas.
menjawab pertanyaan yang paling banyak disampaikan ke kami, yaitu kapan waktu terbaik membeli emas/Dinar ?. Jawabannya jelas, bila emas/Dinar digunakan untuk tabungan jangka panjang seperti persiapan biaya sekolah anak, persiapan pergi haji, persiapan beli rumah, dana pensiun dlsb.; maka membeli kapan-pun tidak masalah – tetapi lebih cepat lebih baik.
Apakah gerakan keatas 10 tahun terakhir akan berulang pada 10 tahun mendatang ?, secara statistik paling tidak saya tidak melihat arah sebaliknya akan terjadi. Seluruh faktor fundamental ekonomi dunia, cenderung mendorong dunia kearah inflasi – jadi dorongan keatas ini kemungkinan besar akan terus berlanjut. Wa Allahu A’lam.










