Your Cart is currently empty.

Antara Mekanisme Pasar Yang Fitrah & Inflasi Yang Harus Dicegah

11mrtdailychange

Sudah beberapa hari ini harga emas mengalami penurunan dan puncaknya semalam ketika pasar internasional turun secara significant dari US$ 1,121/Oz ke angka US$ 1,108/Oz. Akibatnya pagi ini harga Dinar kembali turun mendekati angka Rp 1.4 juta lagi. Ini kabar baik bagi kita yang di Indonesia, bahwa uang kita masih bernilai baik – meskipun (mungkin) ini hanya bersifat jangka pendek.

Pada kesempatan ini saya ingin share data harga emas dalam Rupiah yang sudah terkumpul di system kami sejak 14 September 2007. Pada grafik disamping Anda akan lihat pergerakan naik turunnya harga emas harian, yang kurang lebih berimbang antara hari-hari dimana harga emas naik dan hari-hari dimana harga emas turun.

Read more: Antara Mekanisme Pasar Yang Fitrah & Inflasi Yang Harus Dicegah

 

Mungkinkah Harga Emas Akan Turun Terus Menerus Seperti Tahun 1980-an?

9mrtusgold0310

Saya pernah menulis tentang Misery Index atau Index Kesengsaraan suatu negara yang diukur dengan empat komponen yaitu Inflasi, Pengangguran, Interest Rate dan GDP. Kali ini saya ingin meng-elaborate salah satu dari unsur yang menyengsarakan rakyat tersebut yaitu inflasi.

Banyak cara untuk mengukur inflasi, namun di negara maju sekalipun data inflasi dari pemerintah sering diragukan oleh rakyatnya. Di Amerika misalnya yang menganggap dirinya paling transparan, data inflasinya dibantah oleh seorang kakek-kakek John Williams dari Shadow Government Statistics.

Read more: Mungkinkah Harga Emas Akan Turun Terus Menerus Seperti Tahun 1980-an?

   

Belajarlah Emas Walau Sampai Negeri China

8mrtchinagold

Pada dasawarsa pertama kemerdekaan RI, negeri ini pernah memiliki cadangan emas sebesar 248 ton tetapi kemudian cadangan emas ini juga pernah nyaris habis tahun 1971 menjadi tinggal 1.8 ton saja. Ketika Oil Boom tahun 70-an sampai puncaknya 1981, negeri ini alhamdulillah berhasil kembali membangun cadangan emasnya sampai mencapai sekitar 96 ton.

Sayangnya selama seperempat abad kemudian tepatnya sampai 2006, cadangan emas ini tidak berhasil dinaikkan dan bahkan berkurang 24 %-nya pada akhir 2006 sehingga tinggal 73 ton saja. Lihat detilnya di tulisan saya tanggal 28 Desember 2008 dengan judul Emas Dan Kemakmuran Negeri Ini.

Read more: Belajarlah Emas Walau Sampai Negeri China

 

Paradox US$, Rupiah & Harga Emas

3mrtusdx0310

Melalui beberapa tulisan saya sebelumnya, saya sudah mengungkapkan ‘keperkasaan’ uang kertas US$ maupun Rupiah yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir. Rupiah misalnya saat artikel ini saya tulis berada pada nilai tukar Rp 9,257/US$ ; ini angka yang luar biasa ‘perkasa’ mengingat Rupiah sempat menyentuh angka Rp 12,000/US$ pada puncak krisis akhir 2008.

Logikanya adalah apabila Rupiah lagi perkasa, bukankan barang-barang kebutuhan kita bisa kita beli dengan murah saat ini ?. Ternyata tidak seluruhnya demikian. Untuk barang-barang yang biasa kita beli dari luar seperti komputer, software dlsb.; memang terasa penurunan harga barang-barang ini dalam Rupiah.

Read more: Paradox US$, Rupiah & Harga Emas

   

Dan IMF-pun Mengajak Meninggalkan US$?

2mrtimffail

Ada berita menarik yang bisa Anda baca pada harian Republika yang terbit hari ini (02/03/2010) bahwa IMF menyerukan untuk meninggalkan US$. Berita ini sendiri tentu saja valid karena merujuk pernyataan Dominique Strauss-Kahn, the head of the International Monetary Fund pada jum’at pekan lalu.

Bukannya saya lebih tahu atau lebih pinter dari pimpinan tertinggi IMF tersebut; namun kalau Anda baca tulisan saya hampir 6 bulan lalu dengan judul Tinggalkan Dollar Selagi Sempat , maka Anda akan tahu bahwa seruan atau wacana yang dilontarkan oleh orang nomor 1 di IMF ini adalah hal yang sudah seharusnya dilakukan dan tidak akan mengejutkan Anda.

Read more: Dan IMF-pun Mengajak Meninggalkan US$?

 

Barter Di Ekonomi Modern, Mungkinkah?

1mrtindobarter

Dalam sejarah peradaban manusia; penemuan konsep uang sejak sekitar 5,000 tahun lalu oleh bangsa Mesopotamia (3000 SM) merupakan penemuan yang paling penting untuk mempermudah terjadinya perdagangan antara manusia yang satu dengan manusia yang lain.

‘Uang’ Shekel yang diperkenalkan zaman itu adalah setara berat 180 butir gandum untuk benda-benda yang dianggap berharga seperti perak, perunggu, tembaga dlsb. Tercatat dalam sejarah 13 Abad kemudian (1760 SM) bahkan uang juga mulai secara resmi masuk dalam system hukum yang dikenal dengan Hukum Hammurabi - karena diperkenalkan oleh Raja ke 6 dari bangsa Babylonia yang bernama Hammurabi.

Read more: Barter Di Ekonomi Modern, Mungkinkah?

   

Page 1 of 6

Dinar Feed
Facebook Page
Follow Us