Harian umum Republika kemarin (Kamis 26/01/2012) memuat tulisan dua pakar ekonomi tentang Promosi Dinar-Dirham. Intinya mengomentari bahwa promosi Dinar-Dirham selama ini dikatakannya sebagai ‘sangat kontra produktif’, ‘lebay’ dan ‘kurang mendidik’. Masalah yang diangkat adalah katanya ada yang mempromosikan Dinar sebagai uang yang ‘tidak mengenal inflasi’ – entah siapa yang dimaksud. Maka melalui tulisan ini saya ingin meluruskan saja, agar penggerak Dinar-Dirham dan para pembaca situs ini – termasuk dua penulis tersebut – bisa tetap melihatnya dengan jernih, dengan kacamata ingin belajar mencari kebenaran.
Intinya ada yang saya sepaham dengan dua ekonom tersebut bahwa inflasi yang disebabkan oleh kebijakan moneter – dengan mencetak uang berlebih, ditiadakan manakala Dinar dan Dirham digunakan. Karena alasannya di tulisan tersebut disebutkan bahwa pihak otoritas tidak akan bisa mencetak Dinar dan Dirham secara semena-mena.




